RATUSAN APARAT MILITER INDONESIA MUSUR LAHAN SAGU JADIKAN PANGKALAN MILITER DI WARAPEN
Ratusan Aparat Militer Indonesia Gusur Lahan Sagu Dan Jadikan Pangkalan Mili ter Di Waropen, siaran Pers Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB Per Senin, 19 Januari 2026
Silahkan Ikuti Laporan Dibawa Ini.!
Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB telah menerima laporan dari PIS TPNPB di Kabupaten Waropen pada hari ini bahwa ratusan aparat militer indonesia dari Yonif TP/NSK telah tiba di pelabuhan Pidemani, Kabupaten Waropen pada 6 Januari 2026 dengan menggunakan kapal penumpang sipil, KM Masirei. PIS juga melaporkan bahwa seluruh personel aparat militer indonesia yang tiba sebanyak 300 personel dalam tahap pertama, tahap kedua akan ditambah lagi sebanyak 300 personel pada 12 Januari 2026.
Dalam laporan lebih lanjut ia mengatakan bahwa setelah aparat militer indonesia tiba di Waropen mereka langsung ambil alih dusun sagu di wilayah Botawa dan sekitarnya milik masyarakat adat setempat lalu mendirikan kamp-kamp militer tanpa koordinasi dengan masyarakat adat sebagai pemilik hak ulayat. koordinasi hanya sebatas LMA, Kepala Distrik dan Bupati untuk meloloskan proyek strategis nasional yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto.
PIS TPNPB juga melaporkan bahwa setalah aparat militer indonesia menduduki pemukiman warga sipil lalu membabat lahan sagu dan mendirikan kamp-kamp militer mengakibatkan warga hidup dalam ketakutan dan terancam. Sementara penempatan aparat militer indonesia tersebut akan direncanakan mendirikan Kodim baru dan seluruh pembangunan infrastruktur jalan jembatan hingga tugas aparat sipil negara akan disusupi oleh militer di Waropen.
Terkait dengan hal tersebut, Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB mengimbau kepada seluruh rakyat Papua sebagai pemilik hak ulayat untuk tidak mengizinkan maupun menjual tanah kepada pemerintah Indonesia untuk mendirikan pos-pos militer yang akan menjadi malapetaka bagi anak cucu anda. Karena kehadiran aparat militer indonesia di tanah Papua hanya tujuan perang dan operasi militer. lebel pembangunan hanyalah menutupi fungsi dan tugas TNI sehingga orang Papua berhenti dibodohi.
Dan juga kehadiran aparat militer indonesia diatas Tanah Papua selain operasi dan perang melawan TPNPB mereka juga bekerja secara halus untuk menghilangkan budaya dan sejarah orang Papua bahkan pangan lokal seperti sagu, keladi dan lainnya akan diganti dengan sawit, padi dan perusahaan-perusahaan yang dapat merusak kehidupan masyarakat adat bahkan dalam meja pendidikan negara kolonial Indonesia sedang melakukan penjajahan karena memaksa anak-anak Papua menghafal pahlawan Indonesia dan sejarah Indonesia yang bukan milik orang Papua.
Demikian Siaran Pers Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB Per Senin, 19 Januari 2026 oleh Sebby Sambom Jubir TPNPB OPM.
Dan terima kasih atas kerja sama yang baik.
Penanggungjawab Nasional Komando Markas Pusat Komando Nasional TPNPB-OPM.
- Jenderal Goliath Tabuni
- Panglima Tinggi TPNPB-OPM
- Letnan Jenderal Melkisedek Awom
- Wakil Panglima TPNPB-OPM
- Mayor Jenderal Terianus Satto
- Kepala Staf Umum TPNPB-OPM
- Mayor Jenderal Lekkagak Telenggen
- Komandan Operasi Umum TPNPB-OPM

Komentar
Posting Komentar